Skip to main content

Kriting



Jam 5.00 : badut masih berada dikantor tapi udah siap-siap pulang
Jam 5.10 : Ujan turun besar bangget
Jam 5.15 : Badut kembali duduk dan berharap hujan segera reda
Jam 5.30 : Badut siap-siap memakai jas Hujan, sebab kalo nunggu ujan reda wah bisa kelamaan tuh
Jam 5.40 : Badut menyalakan sepeda motor dan nekat pulang di tengah guyuran hujan yang deras

Setibanya dirumah, badut baru nyadar bahwa di dalam tas terdapat beberapa buku, dan salah satunya adalah buku yang badut pinjem dari Konce, waduh .. bukunya basah bagget. Akhirnya badut coba untuk mengeringkan buku itu, tapi apa lacur bukunya udah kepalang basah, pengennya sih di ceburin aja sekalian ke bak mandi, tapi badut takut kalo si Konce marah :D

Besoknya badut setrika itu buku, dan hasilnya .. buku itu jadi kriting, alamakkk badut bisa diomelin konce nih :(

Comments

FitRiA said…
Iya lah ngomel, bukunya saya kasih masih 'pada jalan yang benar', eh balik kriting :P. Tapi not totally ur fault sih, salahnya ujan.. haha
Anonymous said…
Keep up the good work »

Popular posts from this blog

Renungan Cinta

Cinta punya banyak bentuk dan dimensi yang sangat indah, disini teori relatifitas einstein (badut kira) tidak berlaku, sebab dari manapun kita memandang cinta, maka kita akan melihat sisi yang selalu indah. Cinta itu anugerah, maka berbahagialah .. kata-kata ini sering badut ingat saat-saat badut jatuh oleh cinta. Lho apa cinta bisa membuat kita jatuh ? ehmm setiap orang tentu mempunyai pengalaman dan pendapat yang berbeda tentang cinta. Tak semestinya badut membahas cinta, sebab badut sendiri belum sukses dengan cintanya, Badut masih selalu egois, padahal dalam cinta badut mesti tulus. Badut masih selalu berharap dicinta, padahal mencinta adalah nikmat yang berbeda. Ikhlas mencinta, itu yang badut inginkan seperti cintanya Gege pada Caca 1 . Ikhlas mencinta, itu yang badut inginkan seperti cintanya Yusuf pada Zulaiha 2 . Last but not least, badut ingin ngingetin diri sendiri dan yang baca bahwa Cinta pada Allah adalah Cinta yang hakiki, gapailah cinta Sejati cinta Illah...

Tak akan memintamu kembali

Maap atas apa yang aku ucapkan karena tak setiap kata mewakili makna Maap atas apa yang aku lakukan karena tak semua sikap mencerminkan jiwa Satu sisi dalam lembaran bukan berarti sisi lainnya sama juga jiwa kita .. Yang baik, teruslah berbuat baik sampai tak bersisa aku pergi untuk yang baik yang baik adalah pergi tak akan memintamu kembali