Skip to main content

Aku Datang Dengan Cinta



Mataku terpejam ketika angin semilir itu menerpa wajah,
keringat yang bercucur serta lelah yang sedari tadi terasa
kini sirna. Hembusan angin Gunung Rinjani serta
pemandangan biru kuning1 yang menghampar di depan mata,
seolah menebus semua perjuanganku untuk sampai
diketinggian ini.

Waktupun berlalu dengan cepat, sampai di ujung pagi itu
badut telah berada di Air Terjun Sindang Gile2 menikmati
indahnya alam sambil meminum secangkir teh hangat.

Seperti biasa disetiap bepergian badut selalu menyempatkan
untuk berkenalan dengan siapapun, terutama kalau badut
udah kehilangan arah dan tak tau jalan atau tersesat :p.

Langkah badut mendadak terhenti di depan sebuah
penginapan kecil di lombok, seorang gadis dengan senyumnya
yang lebar dan wajah ceria membuat badut betah untuk
berlama-lama memandangnya.

Badut : "Aku datang dengan cinta .. dan akan pulang dengan
cintamu, raih hatiku dan bahagia sedang menantimu di
Jakarta"

FO Penginapan : "Selamat sore .. ada yang bisa di bantu?"

Uppss, lamunan badutpun bubar dan kini badut kembali lagi
kedunia nyata sebagai seorang tamu yang mau pesan kamar
untuk beristirahat ..

-
1) Wah jangan-jangan karena kelelahan mata badut jadi kunang-kunang, semua warna jadi biru dan kuning deh :p
2) Emang Gile tuh air terjun, indah bagget gitu lho ..

Comments

Popular posts from this blog

Tak akan memintamu kembali

Maap atas apa yang aku ucapkan karena tak setiap kata mewakili makna Maap atas apa yang aku lakukan karena tak semua sikap mencerminkan jiwa Satu sisi dalam lembaran bukan berarti sisi lainnya sama juga jiwa kita .. Yang baik, teruslah berbuat baik sampai tak bersisa aku pergi untuk yang baik yang baik adalah pergi tak akan memintamu kembali

Kriting

Jam 5.00 : badut masih berada dikantor tapi udah siap-siap pulang Jam 5.10 : Ujan turun besar bangget Jam 5.15 : Badut kembali duduk dan berharap hujan segera reda Jam 5.30 : Badut siap-siap memakai jas Hujan, sebab kalo nunggu ujan reda wah bisa kelamaan tuh Jam 5.40 : Badut menyalakan sepeda motor dan nekat pulang di tengah guyuran hujan yang deras Setibanya dirumah, badut baru nyadar bahwa di dalam tas terdapat beberapa buku, dan salah satunya adalah buku yang badut pinjem dari Konce, waduh .. bukunya basah bagget. Akhirnya badut coba untuk mengeringkan buku itu, tapi apa lacur bukunya udah kepalang basah, pengennya sih di ceburin aja sekalian ke bak mandi, tapi badut takut kalo si Konce marah :D Besoknya badut setrika itu buku, dan hasilnya .. buku itu jadi kriting, alamakkk badut bisa diomelin konce nih :(

i don't know what to do

Kali ini badut mau cerita saat-saat terakhir badut di sebuah negeri di awan, kebetulan saat itu badut berkesempatan mengunjungi beberapa negeri di benua khayal. Badut bersyukur mendapatkan seorang travel guide yang sangat ramah dan baik, no matter badut ga ngasih upah yang besar,tapi dia masih dengan senang hati mau nemenin dan nunjukin badut tempat-tempat terindah yang ada disana. Tiga hari sudah badut bersamanya, tak terasa saat-saat perpisahanpun kian mendekat, hitungan mulai berkurang dari hari menjadi jam, dari jam menjadi menit dan dari menit menjadi detik .. hingga saat-saat itu badut baru merasa bahwa kehadirannya sangat berarti bagi badut, perjumpaan yang singkat ternyata membuat hati kami saling bertaut, Perbedaan budaya, bahasa dan adat istiadat rasanya hilang saat itu, yang ada hanyalah kami merasa cocok untuk saling berbagi cerita ataupun sekedar berbagi secangkir kopi panas. Dia memandang badut dengan tatapan yang membuat badut salah tingkah, ...