Skip to main content

Renungan Cinta



Cinta punya banyak bentuk dan dimensi yang sangat indah, disini teori relatifitas einstein (badut kira) tidak berlaku, sebab dari manapun kita memandang cinta, maka kita akan melihat sisi yang selalu indah.

Cinta itu anugerah, maka berbahagialah .. kata-kata ini sering badut ingat saat-saat badut jatuh oleh cinta. Lho apa cinta bisa membuat kita jatuh ? ehmm setiap orang tentu mempunyai pengalaman dan pendapat yang berbeda tentang cinta.

Tak semestinya badut membahas cinta, sebab badut sendiri belum sukses dengan cintanya,

Badut masih selalu egois, padahal dalam cinta badut mesti tulus.
Badut masih selalu berharap dicinta, padahal mencinta adalah nikmat yang berbeda.

Ikhlas mencinta, itu yang badut inginkan seperti cintanya Gege pada Caca1.
Ikhlas mencinta, itu yang badut inginkan seperti cintanya Yusuf pada Zulaiha2.

Last but not least, badut ingin ngingetin diri sendiri dan yang baca bahwa Cinta pada Allah adalah Cinta yang hakiki, gapailah cinta Sejati cinta Illahi.


-
1) hehe bener ga yah si gege itu ikhlas dalam mencintai caca, bagi yg blum tau kisahnya silahkan baca GMC (Gege Mencari Cinta). Duh jadi promosi gini :D
2) Nah yang ini badut yakin bangget deh

Comments

cici said…
wah pe.. sayang sekali cc blon pernah baca gege.. masih banyak hutang bacaan cc.. tulisannya bagus..
Anonymous said…
sh... i miss u so much :(

Popular posts from this blog

Tak akan memintamu kembali

Maap atas apa yang aku ucapkan karena tak setiap kata mewakili makna Maap atas apa yang aku lakukan karena tak semua sikap mencerminkan jiwa Satu sisi dalam lembaran bukan berarti sisi lainnya sama juga jiwa kita .. Yang baik, teruslah berbuat baik sampai tak bersisa aku pergi untuk yang baik yang baik adalah pergi tak akan memintamu kembali

Kriting

Jam 5.00 : badut masih berada dikantor tapi udah siap-siap pulang Jam 5.10 : Ujan turun besar bangget Jam 5.15 : Badut kembali duduk dan berharap hujan segera reda Jam 5.30 : Badut siap-siap memakai jas Hujan, sebab kalo nunggu ujan reda wah bisa kelamaan tuh Jam 5.40 : Badut menyalakan sepeda motor dan nekat pulang di tengah guyuran hujan yang deras Setibanya dirumah, badut baru nyadar bahwa di dalam tas terdapat beberapa buku, dan salah satunya adalah buku yang badut pinjem dari Konce, waduh .. bukunya basah bagget. Akhirnya badut coba untuk mengeringkan buku itu, tapi apa lacur bukunya udah kepalang basah, pengennya sih di ceburin aja sekalian ke bak mandi, tapi badut takut kalo si Konce marah :D Besoknya badut setrika itu buku, dan hasilnya .. buku itu jadi kriting, alamakkk badut bisa diomelin konce nih :(

i don't know what to do

Kali ini badut mau cerita saat-saat terakhir badut di sebuah negeri di awan, kebetulan saat itu badut berkesempatan mengunjungi beberapa negeri di benua khayal. Badut bersyukur mendapatkan seorang travel guide yang sangat ramah dan baik, no matter badut ga ngasih upah yang besar,tapi dia masih dengan senang hati mau nemenin dan nunjukin badut tempat-tempat terindah yang ada disana. Tiga hari sudah badut bersamanya, tak terasa saat-saat perpisahanpun kian mendekat, hitungan mulai berkurang dari hari menjadi jam, dari jam menjadi menit dan dari menit menjadi detik .. hingga saat-saat itu badut baru merasa bahwa kehadirannya sangat berarti bagi badut, perjumpaan yang singkat ternyata membuat hati kami saling bertaut, Perbedaan budaya, bahasa dan adat istiadat rasanya hilang saat itu, yang ada hanyalah kami merasa cocok untuk saling berbagi cerita ataupun sekedar berbagi secangkir kopi panas. Dia memandang badut dengan tatapan yang membuat badut salah tingkah, ...